Ayo bersedekah..!!!

Tips Memilih Bakalan Perkutut

tips/ cara memilih bakalan perkutut
Tips Memilih Bakalan Perkutut – Buka Mata. Memilih bakalan perkutut saat akan membeli tidak spt membeli jenis burung lainnya. Untuk memilih bakalan perkutut, perlu ketelatenan dan juga harus jeli  agar tidak menyesal. Pertama, jika bakalan perkutut tersebut utk konkurs, maka harus jantan. Maksud bakalan perkutut adl mulai burung baru menetas sampai dgn berumur lima bulan, shg utk membeli bakalan memerlukan pengetahuan & perhatian.

Seperti pada paragraf di atas di dalam memilih bakalan perkutut sebaiknya yang jantan baik utk didengar suaranya maupun utk lomba. Alasannya karena perkutut jantan mempunyai suara nyaring, tekanan bas pada suaranya besar, & powernya besar shg kalau berbunyi akan terdengar lantang & stabil. Namun utk penggemar perkutut yg masih baru, agak sulit utk membedakan antara perkutut jantan & betina. Apalagi kalau membelinya masih dlm tahap bakalan. Tips membedakan perkutut jantan & betina, bisa dilakukan dgn melihat supit (tulang di bawah dubur). Apabila  supit tersebut rapat atau hampir bersentuhan, bisa dipastikan jantan. Sebaliknya kalau jarak tulang supit tersebut lebar (sekitar 1 cm atau seukuran jari tangan), berarti betina. Tips ini baru bisa digunakan setelah piyik berumur empat bulan. Sebelum umur empat bulan supit pada piyik jantan relatif renggang shg susah membedakannya.
Selain itu perkutut jantan yg sudah mulai dewasa bisa diketahui dari bentuk bola mata, bentuk kepala, bentuk fisik & suara. Bola mata perkutut jantan tampak lebih menonjol denga sorot mata yg tajam, sedangkan yg betina tampak sayu dgn sorot mata lemah. Kepala perkutut jantan berukuran lebih besar & agak bulat, sedangkan yg betina lebih kecil & agak lonjong. Ukuran fisik tubuh yg jantan biasanya lebih besar dibandingkan dgn yg betina. Begitu pula dgn suaranya. Suara perkutut jantan lebih keras dibandingkan yg betina.
Supit perkutut yg bagus jika panjangnya sama & letaknya sejajar. Perlu diketahui bahwa tidak jarang ditemukan perkutut jantan yg mempunyai supit panjang sebelah. Perkutut dgn ciri demikian walaupun suaranya bagus umumnya kurang disukai penggemar karena dianggap cacat dlm katuranggan, ada cacat dlm tubuhnya.
Tidak sedikit anakan yg baru menetas langsung dibeli jika dari kandang tersebut sering lahir perkutut juara. Pecinta perkutut banyak yg memesan anakan perkutut pada peternak yg telah memiliki nama karena ada jaminan kualitas. Bahkan, utk menjamin nama baik ada peternak yg bersedia menukar jika ternyata kualitasnya jelek. Salah satu cara yg aman dlm membeli anakan perkutut yg baru lahir & belum berbunyi adalah membeli dari peternakan yg sudah dikenal sering melahirkan perkutut juara karena bisa mengetahui silsilah induknya. Sudah tentu harganya mahal dan karena banyak peminatnya maka harus bersabar untuk antri
Pada umur antara 1-1,5 bulan bunyi burung masih dlm bentuk suara angin. Bagi penggemar yg paham, dari suara tersebut sudah bisa diperkirakan suara dewasanya. Jika yg keluar bunyi pess-pess-pes, bisa dipastikan burung tersebut nantinya bersuara engkel atau jalan tiga. Kalau pess-pess-pess-pess, diperkirakan tumpang sari atau double. Kalau suara piyik tersebut terdengar pess-pess-pess…pess..pess, diperkirakan burung tersebut nantinya bersuara dobel, tumpang sari, atau engkel. Oleh karena itu perlu kejelian dlm mendengarkan panjang pendeknya suara angin shg dpt diketahui pess mana yg menjadi suara tengah & yg mana suara belakang. Kalau masih ragu dgn kemampuan memilih, sebaiknya ditunggu sampai burung berumur 1,5-2 bulan. Pada umur ini suara angin yg dimiliki piyik akan berganti dgn suara perkutut yg lebih jelas walaupun masih belum menunjukkan suara asli perkutut dewasa.
Tips membedakan antara burung tangkapan dari alam & hasil penangkaran cukup mudah. Hasil tangkapan dari alam biasanya kakinya tidak bercincin, sedangkan hasil penangkaran umumnya bercincin. Dan tidak sedikit oleh penjual dipasangi cincin utk meyakinkan pada calon pembeli bahwa burung tersebut hasil penangkaran, shg sebelum membeli burung perkutut sebaiknya kita mengetahui beda antara burung lokal dgn hasil silangan perkutut Bangkok. Bila suara kungnya mantap & terasa ada tekanan yg tinggi, burung tersebut merupakan hasil silangan dgn perkutut Bangkok atau burung Import. kalau Kungnya datar atau ampang, jelas burung tersebut burung lokal. Ciri burung lokal lainnya adl bila diperhatikan lebih teliti akan semakin tampak. Misalnya bulu mata agak kasar & pada bola matanya terlihat spt ada ring berwarna putih yg bisa membesar & mengecil. Mata perkutut lokal agak besar sedangkan perkutut Bangkok tampak lebih sipit. perkutut lokal biasanya berbadan kurus sedangkan perkutut bangkok atau hasil silangan biasanya lebih gemuk. Khusus perkutut lokal asal Nusa Tenggara justru paling mudah dikenali. pelupuk matanya memiliki ring berwarna kuning, bulu tubuh tampak hijau agak gelap & kakinya terlihat lebih hitam.
Hampir semua peternak Lokal maupun Import memberikan cincin pada kaki perkutut hasil tangkarannya. Hal itu utk memberikan tanda asal peternakan mana, kelahiran keberapa, & keturunan siapa burung tersebut. Dgn demikian, kalau sewaktu-waktu mau merunut induknya, bisa mengetahuinya dari cincin tersebut. Bagi peternak lokal, pemberian cincin tidak lepas dari himbauan P3SI ( Persatuan Penggemar Perkutut Seluruh Indonesia ) agar ternak lokal memberikan cincin pada perkutut hasil tangkarannya agar bisa diketahui bahwa perkutut tersebut hasil tangkaran, bukan hasil tangkapan dari alam. Utk peternakan besar, setiap anakan yg dijual biasanya disertai dgn Sertifikat.

Utk mengetahui apakah cincin yg melingkar dikaki perkutut asli atau tidak, tidak terlalu sulit. Cincin Asli sulit dilepas karena agak press dgn kaki. Jika burung sudah berusia 1 bulan, cincin asli susah dilepas & kalau dipaksa dilepas membuat burung cedera. Pemasangan cincin atau ring asli biasanya dilakukan sebelum piyik perkutut berumur 15 hari. Lebih dari itu sudah susah karena jari kaki piyik akan tumbuh membesar secara cepat. Mengingat cincin tersebut mudah dipesan, belakangan muncul cincin yg berukuran sedikit agak besar. Cincin semacam ini yg biasanya digunakan utk memalsu.

Ukuran cincin yg bisa dibongkar pasang pada kaki perkutut walaupun burung perkutut sudah dewasa biasanya berdiameter agak besar, yg dikenal dgn ukuran 44. Cincin asli diameternya lebih kecil, dikenal dgn ukuran 41.

Tips Memilih Bakalan Perkutut Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Buka Mata

0 comments:

U Comment I Follow

Poskan Komentar