Www.buka-mata.blogspot.co.id adalah blog tentang tips/ cara, beternak/ budidaya dan pendidikan

Pakan Sapi Potong dan Ransum Seimbang

Pakan Sapi Potong dan Ransum Seimbang - Buka Mata. Di dlm Ilmu Makanan Ternak terdpt beberapa istilah penting yg perlu dipahami diantaranya adl :

1. Zat Nutrien (makanan)
  • Zat nutrien adalah zat-zat gizi di dlm bahan pakan yg sangat diperlukan utk hidup ternak meliputi protein, karbohidrat, lemak, mineral, vitamin & air
2. Bahan pakan
  • Bahan pakan adalah segala sesuatu yg dpt dimakan & dpt dicerna sebagian atau seluruhnya tanpa mengganggu kesehatan ternak yg memakannya.
  • Bahan pakan terdiri dari 2 kelompok, yaitu bahan pakan asal tanaman & asal non tanaman (ternak atau ikan).
  • Berdasarkan sifat fisik & kimianya dibedakan menjadi 8 kelas yaitu : hijauan kering & jerami, tanaman padangan rumput, hijauan segar, silage & haylage, sumber energy, sumber protein, suplemen vitamin mineral, aditif & non aditif. Beberapa contoh bahan pakan utk sapi potong : Jerami padi, Bungkil & rumput gajah serta dedak.
  • Kualitas suatu bahan pakan ditentukan oleh kandungan zat nutrien atau komposisi kimianya, serta tinggi rendahnya zat antinutrisi yg terkandung di dalamnya.
3. Ransum (pakan)
  • Merupakan campuran dari dua atau lebih bahan pakan yg diberikan utk seekor ternak selama sehari semalam. Ransum harus dpt memenuhi kebutuhan zat nutrien yg diperlukan ternak utk berbagai fungsi tubuhnya, yaitu utk hidup pokok, produksi maupun reproduksi.
  • Pada umumnya ransum utk ternak ruminansia terdiri dari pakan hijauan & pakan konsentrat. Pakan pokok (basal) dpt berupa rumput, legum, perdu pohon – pohonan serta tanaman sisa panen ; sedangkan pakan konsentrat antara lain berupa biji-bijian, bungkil, bekatul & tepung ikan
4. Ransum seimbang
  • Adalah ransum yg diberikan selama 24 jam yg mengandung semua zat nutrien (jumlah & macam nutriennya) & perbandingan yg cukup utk memenuhi kebutuhan gizi sesuai dgn tujuan pemeliharaan ternak.
  • Pengetahuan tentang kualifikasi bahan pakan diperlukan utk menyusun ransum seimbang. Penyusunan ransum seimbang yg sesuai dgn kebutuhan ternak, diharapakan akan dpt menghasilkan produksi yg optimal.
STRATEGI PENYUSUNAN RANSUM SEIMBANG
  • Ransum yg seimbang sesuai dgn kebutuhan ternak merupakan syarat mutlak dihasilkannya produktivitas yg optimal. Penyusunan ransum tdk boleh merugikan peternak, misalnya peningkatan berat badan yg tdk dpt memenuhi target, salah pemberian pakan karena terlalu banyak dlm memperkirakan kandungan nutrien pakan ataupun karena adanya zat anti nutrisi. Utk menyusun ransum seimbang yg dpt memenuhi kebutuhan nutrien sesuai dgn tujuan pemeliharaan & status sapi potong diperlukan tahapan sebagai berikut :
1. Menyiapkan tabel kebutuhan zat nutrien
  • Bahan pakan harus dpt menyediakan nutrien yg diperlukan sebagai komponen pembangun serta pengganti sel – sel tubuh yg rusak serta menciptakan hasil produksinya.
  • Kebutuhan nutrien dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain: tingkat pertumbuhan (status faali); ukuran tubuh ternak, lingkungan, keturunan, penyakit, parasit, jenis ternak, ketidakserasian pakan & kekurangan nutrien. Kebutuhan zat nutrien ini dinyatakan dgn kandungan energi, protein, vitamin & mineral.
  • Pakan harus mampu menyediakan hampir semua nutrient yg diperlukan oleh tubuh ternak dlm suatu perbandingan yg serasi sesuai dgn status faali; pakan tdk perlu berlebihan bahkan harus efisien sehingga dpt memberikan keuntungan. Terdpt empat hal penting yg harus diperhatikan dlm menentukan kebutuhan zat nutrien pada sapi potong, yaitu: jenis kelamin (jantan atau betina), berat badan, taraf pertumbuhan/status fisiologis (pedet, sapihan, bunting & lain – lain) serta tingkat produksi.
  • Banyak tabel kebutuhan zat nutrien yg telah diterbitkan namun tabel kebutuhan yg  iterbitkan oleh “National Academics of Science” yg disebut dgn National research council (NRC) adalah tabel yg banyak diadopsi. Namun demikian terdapat patokan yg mudah utk menghitung kebutuhan pakan, yaitu kebutuhan bahan kering (BK) pakan/ekor/hari diperkirakan sebanyak 2,8 – 3 % BB.
2. Menyiapkan tabel komposisi/kandungan nutrien bahan pakan
  • Selain rumput lapangan/legum, sumber pakan yg cukup potensial adalah hasil sisa (limbah) pertanian tanam pangan. Pakan seimbang, selain harus dpt memenuhi kebutuhan zat nutrien ternak harganya juga harus murah; oleh sebab itu sebaiknya menggunakan bahan pakan lokal yg tersedia di tempat. Hindari atau minimalkan bahan pakan yg berasal dari luar daerah yg pada umumnya mahal karena ada tambahan biaya transport; namun bisa digunakan bila memang harganya murah. Hal lain yg harus dipertimbangkan adalah penggunaan bahan pakan utama yg berasal dari import. Pengunaannya harus dihindari ataupun dibatasi seperti jagung, bungkil kedelai, tepung ikan maupun tepung tulang. Sebanyak 40%-60% kebutuhan jagung utk pakan, 60 – 70 % tepung ikan & 100% bungkil kedelai masih berasal dari impor.
  • Optimalisasi penggunaan bahan pakan asal limbah pertanian, perkebunan maupun agroindustri diharapkan selain menurunkan biaya ransum juga mampu menghasilkan produktivitas secara optimal.
  • Syamsu et al., (2003) menyatakan bahwa limbah pertanian memiliki potensi yg cukup besar sebagai sumber pakan, yaitu diperkirakan produksi 51.546.297,3 ton/th. Produksi terbesar adalah jerami padi (85,81%) kemudian berturut – turut adalah jerami jagung (5,84%), jerami kacang tanah (2,84%), jerami kedelai (2,54%), pucuk ubi kayu (2,29%) & jerami ubi jalar (0,68%). Limbah pertanian ini mempunyai kandungan nitrogen (N) yg rendah, kandungan selulosa (karbohidrat terstruktur) yg tinggi serta pada umumnya kandungan mineral terutama kalsium (Ca), fosfor (P), Cobalt (Co), tembaga (Cu), sulfur (S) & sodium (Na) rendah. Karakteristik tersebut mengakibatkan kecernaan rendah serta dpt membatasi konsumsi pakan. Suplementasi dgn multinutrien perlu dilakukan utk membentuk keseimbangan kondisi rumen & memenuhi kebutuhan zat nutrien. Keseimbangan kondisi rumen dibutuhkan utk meningkatkan kecernaan sehingga dpt meningkatkan efisiensi pakan.
3. Penyusunan formula ransum
  • Terdpt tiga (3) macam metode yg biasa digunakan dlm penyusunan formula ransum yaitu pearson square method, least cost formulation & trial and error. Pearson square method adalah metode penyusunan pakan yg berasal dari perhitungan 4 macam bahan. Least cost formulation adalah penyusunan ransum ekonomis dgn dasar linear programming. Metode trial and error dpt dilakukan peternak dgn cara mengubah–ubah komposisi (persentase) bahan pakan dlm ransum dgn mempertimbangkan kriteria rasional, ekonomis & aplikatip. Saat ini telah pula tersebia beberapa soft ware atau program yg dpt digunakan utk penyusunan formula ransum seperti MIXID atau aplikasi EXCEL.
4. Pencampuran bahan pakan
  • Penyampuran bahan pakan terutama dlm membuat konsentrat, dpt dilakukan di atas lantai atau dgn menggunakan mesin.
sumber: lolitsapi.litbang.deptan.go.id/eng/images/dokumen/ransum.pdf
Special Thanks to :
1. Allah SWT
2. Pengunjung
3. Pengiklan
Anda sedang membaca artikel tentang Pakan Sapi Potong dan Ransum Seimbang dan anda bisa menemukan artikel Pakan Sapi Potong dan Ransum Seimbang ini dengan url https://buka-mata.blogspot.com/2012/06/pakan-sapi-potong-dan-ransum-seimbang.html,anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel Pakan Sapi Potong dan Ransum Seimbang ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda,namun jangan lupa untuk meletakkan link Pakan Sapi Potong dan Ransum Seimbang sebagai sumbernya.
The item being reviewed 4 5 24

ARTIKEL TERKAIT:

Pakan Sapi Potong dan Ransum Seimbang Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown

0 comments:

Posting Komentar